” Inflasi Alam Semesta “

Apakah Alam Semesta Lahir dengan Inflasi ?

Inflasi of Universe

” Timeline of Universe “

Model kosmologi Big Bang merupakan model yang dianggap sukses menjelaskan keadaan alam semesta yang teramati, dengan prinsip kosmologi, yaitu alam semesta homogen dan isotropik dalam skala besar. Meskipun demikian, masih ada masalah besar yang belum bisa terjawab.


Alam semesta dipercaya dimulai mengembang sejak big bang. Model dinamika alam semesta dapat dinyatakan dengan persamaan Friedmann. Laju pengembangan alam semesta bergantung kepada komponen alam semesta, waktu dan kurvatur (kelengkungan). Kurvatur dalam persamaan ini memberikan tiga kemungkinan geometri alam semesta: flat, terbuka dan tertutup. Dari persamaan Friedmann juga dapat digambarkan skema sistematis pengembangan alam semesta.

Sudah diketahui bahwa alam semesta dipenuhi dengan Cosmic Microwave Background (CMB). CMB merupakan salah satu bukti kuat ketepatan teori Big Bang. Pengamatan mengindikasikan bahwa daerah dengan kerapatan tinggi mengembang lebih lambat. Alam semesta tidak hanya mengembang, tetapi mengizinkan struktrur terbangun di dalamnya, seperti galaksi, bintang-bintang, dan gugus (cluster). Struktur ini terbangun karena fluktuasi densitas.

Meskipun model kosmologi standar “Big Bang” dapat dikatakan sukses menjelaskan dan sesuai dengan kondisi alam semesta yang teramati, namun model ini masih menyisakan masalah besar pada alam semesta dini. Ada dua masalah utama yang masih belum dapat dijelaskan oleh teori Big Bang, yaitu masalah datarnya (flatness) kurvatur alam semesta pada usia dini dan masalah sebaran temperatur di alam semesta. Jika kita tinjau dua titik yang berbeda di alam semesta, maka kita ketahui pada masa lalu kedua titik tersebut berada pada jarak yang jauh lebih dekat dibanding saat ini. Jarak antar titik tersebut kemudian semakin membesar seiring dengan pengembangan alam semesta. Hal ini kemudian menjadi masalah karena adanya ketidaksesuaian antara ukuran horizon pada masa lalu dengan jarak antar dua titik tersebut. Selain itu jika kita sekarang mengamati besarnya temperatur CMB di dua titik yang sangat berjauhan di alam semesta, kita akan mendapati angka yang sama. Kedua masalah inilah yang kemudia coba dijawab oleh mekanisme inflasi.

Mekanisme inflasi merupakan solusi ad hoc pada model standar untuk menjelaskan kedua masalah tersebut. Pada model ini dijelaskan terjadinya pengembangan alam semesta secara eksponensial dengan faktor eksponen sekitar 40 dan berlangsung pada waktu yang sangat singkat, yaitu sekitar 10-35 sampai 10-32 detik setelah Big Bang. Setelah terjadinya inflasi, alam semesta kemudian berevolusi sesuai dengan model standar.

Mekanisme inflasi dapat menjelaskan dengan cukup baik masalah-masalah pada alam semesta usia dini yang tidak dapat dijelaskan model standar. Namun mekanisme ini terbentur pada tidak adanya bukti observasi yang mendukung. Sampai akhirnya ditemukan petunjuk dari pengamatan BICEP pada Maret 2014 lalu. BICEP mengamati ukuran dan pola dari polarisasi mode B yang mengindikasikan adanya jejak gelombang gravitasi primordial yang disebabkan oleh mekanisme inflasi. Dengan adanya dukungan dari observasi BICEP ini, teori inflasi dapat semakin dikembangkan dan menjadi teori yang kokoh dalam menjelaskan evolusi pada alam semesta usia dini.

” THANK HAVE READ “

By : Alan Saumulandi Rosan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s