” Horizon Peristiwa “

Apa Itu ” Horizon Peristiwa “,..??

Event Horizon

Event Horizon

Pada relativitas umum, horizon peristiwa adalah perbatasan dalam ruang-waktu, suatu daerah disekitar lubang hitam, yang di dalamnya peristiwa-peristiwa tidak dapat memengaruhi pengamat yang berada di luar. Cahaya yang dipancarkan dari dalam horizon peristiwa tidak akan pernah bisa mencapai pengamat , dan apapun yang melewati horizon peristiwa dari sisi pengamat nampak diam ditempat, dengan citranya menjadi lebih bergeser ke arah merah seiring berjalannya waktu.

   Horizon partikel dari alam semesta teramati adalah perbatasan yang merepresentasikan jarak maksimum dimana peristiwa-peristiwa dapat diamati saat ini. Untuk peristiwa-peristiwa di luar jarak itu, cahaya tidak memiliki waktu untuk mencapai tempat kita berada, bahkan jika ia dipancarkan pada waktu alam semesta dimulai. Cara horizon partikel berubah seiring berjalannya waktu tergantung pada sifat berkembangnya alam semesta. Jika mengembangnya alam semesta tersebut memiliki ciri tertentu, ada bagian alam semesta yang tidak pernah dapat diamati, selama apapun pengamat menunggu cahaya datang dari tempat tersebut. Perbatasan dimana waktu sebelumnya peristiwa-peristiwa tidak akan pernah diamati adalah horizon peristiwa, dan ia menyatakan jarak terjauh dari horizon partikel. Kriteria untuk menentukan apakah suatu horizon peristiwa untuk suatu alam semesta ada adalah sebagai berikut . Definisikan satu jarak segerak d_E oleh

d_E=\int_{t_0}^\infty \frac{c}{a(t)}dt\ .

   Pada persamaan ini, a adalah faktor skala, c adalah kecepatan cahaya, dan t0 adalah umur alam semesta. Jika d_E \rightarrow \infty, (yaitu sembarang menunjuk sejauh yang dapat diamati), maka horizon peristiwa tidak ada. Jika d_E \neq \infty, suatu horizon ada. Contoh model-model kosmologis tanpa horizon peristiwa aadalah alam-alam semesta yang didominasi oleh materi atau oleh radiasi. Satu contoh model kosmologis yang ada horizon peristiwanya adalah alam semesta yang didominasi oleh konstanta kosmologis (alam semesta de Sitter). Jika suatu partikel bergerak dengan kecepatan tetap dalam alam semesta tak mengembang yang bebas dari medan gravitasi, peristiwa apapun yang terjadi dalam alam semesta itu akhirnya akan teramati oleh partikel tersebut, karena kerucut cahaya muka dari peristiwa-peristiwa ini berpotongan dengan garis dunia partikel itu. Di pihak lain, jika partikel tersebut dipercepat, pada beberapa situasi kerucut cahaya dari beberapa peristiwa tidak pernah memotong garis dunia partikel itu. Dalam keadaan ini, horizon peristiwa ada pada kerangka acuan (yang dipercepat) dari partikel tersebut, mewakili perbatasan yang diluarnya peristiwa-peristiwa tidak dapat diamati.

Rererensi :

^ WIKIPEDIA ^

” Thank You For Reading It “

< Semoga Menyenangkan >

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s